Satu ekosistem digital yang menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan latihan atlet — dirancang agar dapat digunakan oleh seluruh daerah dan provinsi.
Abdi Amahoru
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sulawesi Selatan
Program latihan saat ini masih berjalan sendiri-sendiri, menghambat potensi maksimal atlet.
Periodisasi latihan umumnya masih ditulis pelatih dengan dokumen sederhana, tanpa alat bantu otomatis.
Rencana latihan tidak terhubung dengan data kehadiran maupun performa aktual atlet di lapangan.
Sistem informasi olahraga yang beredar umumnya berhenti di pendataan atlet, pelatih, dan jadwal kejuaraan.
Sistem pemantauan komersial dirancang untuk tim elite, dengan biaya perangkat yang tidak terjangkau di daerah.
Satu basis data, enam peran yang saling terhubung. Mengotomatiskan dari satu cabang olahraga di kabupaten hingga seluruh provinsi.
Dokumen Latihan Terdokumentasi
Riwayat latihan & tes, lintas peran yang tersimpan aman.
Dari rencana ke realisasi, dalam satu alur yang transparan
Kebutuhan pelatih dan cabang olahraga dipetakan dengan saksama. Hal ini memastikan program latihan yang akan dibuat selaras dengan kondisi objektif atlet dan target yang ingin dicapai.
Lima fase latihan tersusun secara otomatis. Sistem menyesuaikan beban, durasi, dan jenis latihan berdasarkan profil usia atlet serta kekhususan tiap cabang olahraga.
Jadwal latihan harian dihasilkan secara otomatis untuk setiap atlet. Makrosiklus diterjemahkan menjadi rencana mikrosiklus yang dapat diakses langsung oleh atlet di perangkat mereka.
Kehadiran dan performa harian aktual tercatat langsung di lapangan. Sistem menerima data nyata dari proses latihan atlet sehari-hari.
Sistem menghitung skor realisasi (0–100%) dengan membandingkan Rencana vs Aktual. Pelatih mendapatkan wawasan instan mengenai kesesuaian program.
Semua tercatat, semua bisa dilacak oleh peran terkait pada waktu yang bersamaan.
Data performa langsung dari lapangan menuju layar pelatih.
Enam jenis tes fisik (Cooper, Balke, Rockport, Bleep/MFT, VO2max, manual), termasuk impor data dari aplikasi pelacak kebugaran populer.
Detak jantung beberapa atlet dipantau bersamaan secara real-time lewat Web Bluetooth, langsung dari perangkat yang sudah mereka miliki.
Deteksi pose otomatis berbasis AI, diproses langsung di peramban tanpa mengunggah video — privasi atlet tetap terjaga sepenuhnya.
Pelatih menilai dari skor realisasi aktual, bukan sekadar perkiraan.
Kesenjangan beban latihan terlihat awal, menekan risiko cedera.
Setiap hasil tes tersimpan otomatis sebagai dokumen digital aman.
Pengawas/dinas memantau langsung tanpa menunggu laporan manual.
Kewenangan tumbuh bersama kesiapan pelatih dalam memanfaatkan sistem.
Akses awal untuk pengenalan sistem.
Kontrol penuh untuk pelatih berpengalaman.
Bisa melakukan intervensi perencanaan dasar.
Akses percobaan (5 mnt – 2 jam) memungkinkan pelatih Basic mencoba fitur Advanced sebelum ditingkatkan permanen.
Club olahraga kini masuk ke ekosistem PTOP. Satu club menaungi beberapa pelatih dan asisten, atlet memilih pelatihnya sendiri, dan seluruh latihan tetap tercatat di basis data yang sama.
Admin club mengatur tim pelatih, cabang olahraga, jadwal, biaya pendaftaran, dan iuran mingguan, bulanan, atau tahunan dari menu Setting.
Setiap pelatih memakai akun PTOP miliknya. Setelah club disetujui admin PTOP, pelatih dan asisten aktif club mendapat akses fitur level Advanced.
Atlet mendaftar lewat tautan club, memilih cabang olahraga dan pelatih atau asisten, lalu mengikuti jadwal latihan yang disusun pelatih club.
Pengurus mengisi data club dan cabang olahraga yang dibuka.
Club aktif setelah disetujui, lalu tautan pendaftaran atlet dibuka.
Atlet memilih cabang dan pelatih, lalu membayar biaya pendaftaran.
Jadwal club tampil di portal atlet PTOP, tagihan iuran terbit otomatis.
Bukti bayar diverifikasi pengurus club. Kartu anggota atlet tercetak dengan nama dan logo club.